Berita  

Kuasa Hukum Jurnalist Kuningan Geram dengan Oknum tukang Ojeg yang mencatut profesi Wartawan

Kuninganaksi.com – Salah seorang yang mengaku sebagai wartawan membuat seluruh wartawan Kuningan Geram, pasalnya ia mencatut sebagai wartawan datang kesekolah padahal ia Pencuri,sontak saja video yang ada di cctv menyebar ke semua group Whatshap.

Atas kejadian tersebut mendapat tanggapan srius dari Kuasa Hukum Jurnalis & media veteran 50.

Memurutnya Berdasarkan Pasal 7 Undang-Undang nomor 40 tahun 1999 Tentang Pers, Wartawan memiliki dan menaati Kode Etik Jurnalistik.Salah satu kode etik jurnalis yaitu bersikap independent dan tidak beritikad buruk sebagaimana disebutkan dalam Keputusan Dewan Pers No.03/SK-DP/III/2006 Kemudian diperkuat oleh Peraturan Dewan Pers No.6/Peraturan-DP/V/2008.

“Bahwa Berdasarkan video yang beredar hari ini, terdapat oknum yang mengaku mencatut
mengatasnamakan sebagai wartawan yang berinisial R telah melakukan tindak pidana
pencurian satu unit Handphone di salah satu sekolah negeri Kabupaten Kuningan, makaperbuatan tersebut termasuk ke dalam tindak pidana pasal 362 KUHP dengan ancamanhukuman pidana 5 tahun penjara.
Bahwa, Menindaklanjuti kegaduhan yang telah terjadi pada hari ini, maka Kami selaku tim Kuasa Hukum Jurnalis & media Veteran 50 merasa geram dan kecewa atas persepsi martabat wartawan yang dilindungi oleh Undang-Undang telah di nodai oleh seorang oknum tukang ojek yang telah mencatut dan mengatas namakan sebagai wartawan,Perlu digaris bawahi bahwa Seorang wartawan bersertifikasi berdasarkan Peraturan Dewan
Pers Nomor:1/Peraturan-DP/II/2010 maka mereka akan professional dan tidak bertindak gegabah dalam melakukan sesuatu.” ungkapnya

Pihaknya mimeminta aparat penegak hukum untuk memproses perkara
tersebut dengan tidak ada tendensius terhadap siapapun. Karena profesi wartawan telahdirugikan oleh Sdr.R. Hal tersebut telah merusak dan mencemarkan nama profesi wartawan di seluruh Indonesia khususnya di Kabupaten Kuningan.

Ditambahkanya pihak nya meminta kapada penegak hukum untuk menindaklanjuti tdugaan pemukulan yang dilakukan oleh oknum staff TU di Sekolah tersebut.

“kami selaku Kuasa Hukum Jurnalis & Media Veteran 50 meminta untuk di proses secara transparansi karena media & wartawan dilindungi hak imunitasnya
berdasarkan pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999, berdasarkan Pasal 315 jo Pasal 310ayat (2) Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) jo Pasal 1372 KUHPer jo Pasal 311 KUHP jo pasal 27 ayat (3) UU ITE”