Berita  

KEHADIRAN SUPRIYADI DI SMPN 7 KUNINGAN MEMBAWA PERUBAHAN YANG BAIK

H.Supriyadi, MPd ( kepala sekolah)bersama Guru Saat di wawancara

KuninganAksi.com – SMPN 7 Kuningan yang saat ini di pimpin oleh H. SUPRIYADI, M.Pd nampak nya mengalami perubahan yang lebih baik lagi,pasalnya baru beberpa bulan di sekolah tersebut sudah mampu memberikan sesuatu yang beda terbukti dengan tingkat kehadiran peserta didik naik.

Hal tersebut di sampaikan yanto salah satu guru di sekolah tersebut saat di minta tanggapan terkait dengan menejerial kepala sekolah yang baru.

Menurut yanto bahwa kedisiplinan peserta didik di sekolahnya sangat mengalami perubahan yang signifikan , ” Alhamdulillah semenjak kepemimpinan kepala sekolh sekarang bisa di rasakan banyak perubahan ke arah lebih baik lagi” Akunya

Sementara itu, menurut kepala sekolah tersebut mengungkapkan bahwa dirinya berkomitmen dengan seluruh tenaga pengajar dan juga dengan orang tua siswa bahwa untuk membentuk karakter anak ke arah yang lebih baik lagi di butuhkan kerjasama yang baik dengan steakholder sehingga perlakuan dan sikap anak didik baik di lingkungan keluarga, lingkungan masyarakat dan juga lingkungan sekolah terpantau dengan baik.

Masih menurut Supriyadi kehadiran siswa di sekolah bukan hanya untuk menerima pelajaran saja di kelas, melainkan kehadiran dan keikutsertaan siswa secara fisik dan mental terhadap aktivitas sekolah pada jam-jam efektif di sekolah.

“Secara administratif,  pengelolaan kehadiran dan ketidakhadiran siswa pada tingkat kelas menjadi tanggung jawab wali kelas.  Oleh karena itu, wali kelas harus dapat mendata secara akurat  tingkat kehadiran dan ketidakhadiran siswa di kelas yang menjadi tanggung jawabnya sekaligus dapat menganalisis dan menyajikannya dalam bentuk grafik atau tabel “.Ungkapnya

Masih menurutnya, salah satu syarat untuk bisa naik kelas atau pun lulus adalah di lihat dari tingkat kehadiran,sesuai dengan kesepakatan dengan orang tua siswa bahwa peserta didik yang ada di sekolah tersebut selama 1 tahun maksimal 21 kali tidak hadir tanpa keterangan apapun ( Alfa) di anggap tidak akan naik kelas.

” 21 kali dalam satu tahun alfa itu berarti tidak akan naik kelas karna sebelumnya kami sudah berkomitmen dengan seluruh wali murid , tujuan nya untuk menanamkan kedisiplinan terhadap peserta didik dan alhamdulillah cara seperti itu berhasil bisa meminimalisir tingkat ketidakhadiran siswa”.Paparnya

Menurut pantauan Redaksi bahwa di sekolah tersebut di setiap sudut sekolah dan setiap kelas sudah di pasang CCTV sehingga setiap garak gerik siswa bisa terpantau melalui akses link monitor oleh seluruh tenaga pengajar. ( Elsa Sagita)