Berita  

Keberhasilan Peserta Didik berawal dari kedisiplinan di Sekolah

Wawan Hermawan.S.Pd ( Wakasek Humas)

KuninganAksi- Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah salah satu bentuk satuan pendidikan formal yang menyelenggarakan pendidikan kejuruan pada jenjang pendidikan menengah yang mempersiapkan peserta didik terutama untuk bekerja di bidang tertentu.
SMK dirancang untuk mencetak lulusan yang siap terjun ke dunia kerja. Dengan demikian, pendidikan karakter yang dilakukan pada jenjang ini fokus pada penyiapan lulusan untuk masuk ke level tersebut.

karakter yang penting untuk masuk di dunia kerja adalah pribadi yang tahan banting. Untuk mendapatkan mental seperti itu, siswa dididik agar memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, juga tidak mudah menyerah atau putus asa. Kemauan untuk mencoba hal-hal baru harus ditumbuhkan, agar siswa dapat menjawab setiap tantangan.

Hal tersebut di sampaikan kepala SMKN 4 Kuningan Yayan Sofyan melalui wakasek Humas yakni wawan Hermawan saat diskusi tentang dunia pendidikan sekolah menengah Kejuruan ( SMK) di ruang kerjanya pada Kamis 16 November 2023.

Menurut Wawan pembentukan mental peserta didik SMK itu lebih penting pasalnya ketika sudah lulus peserta didik sudah siap untuk masuk ke dunia industri, Pentingnya membentuk mental tahan banting, kata Wawan, guna menyiapkan tenaga kerja yang kompeten, produktif, dan kompetitif.

Disinggung terkait dengan SMKN 4 Kuningan Wawan pun mengungkapkan bahwa pihak nya lebih memproitaskan pembentukan mental anak untuk siap kerja. ” pembentukan mental anak itu, bukan hanya di bentuk di sekolah saja, melainkan di lingkungan keluarga dan masyarakat itu lebih penting” ungkapnya

Masih menurut Wawan pihaknya fokus kepada kedisiplinan anak karena menurut nya Disiplin merupakan suatu kondisi yang terbentuk dari proses dan serangkaian perilaku yang menunjukan nilai ketaatan, kepatuhan, dan ketertiban. Dengan adanya kedisiplinan di sekolah diharapkan mampu menciptakan suasana lingkungan belajar yang nyaman dan tentram di dalam kelas. Siswa yang disiplin yaitu siswa yang biasanya hadir tepat waktu, taat terhadap semua peraturan yang diterapkan disekolah, serta berprilaku sesuai dengan norma-norma yang berlaku.” salah satu faktor seseorang bisa sukses itu penyebabnya dengan disiplin ” paparnya

Menurut informasi yang di himpun pihak redaksi bahwa latar belakang peserta didik yang ada di sekolah tersebut lebih dominan hidup jauh degan orang tuanya, pasalnya orang tua merantau ke luar kota sehingga peserta didik kurang pengawasann di dalam lingkungan keluarga , meski demikian pihak sekolah berupaya untuk mengawasi prilaku anak, baik di lingkungan sekolah maupun di luar jam sekolah sehingga pembentukan karakter anak ke arah yang lebih baik lagi terealisasi.

Masih menurut Wawan Animo masyarakat untuk menyekolahkan anak anaknya ke SMK tersebut cukup besar, ” yang daftar itu stabil di angka 900 namun ruangan untuk kegiatan belajar mengajar tidak memenuhi,kebutuhan 52 ruang kelas namun di sekolah hanya ada 32 ruang kelas kurang nya saja 20 ruang kelas”.ungkapnya.

Di tambahkan Wawan bahwa Pendidikan merupakan tanggung jawab bersama, yaitu orang tua, lembaga pendidikan, pemerintah, dan masyarakat, sebagaimana dalam UU Sistem Pendidikan Nasional No 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 6 yang berbunyi “Setiap warga negara bertanggungjawab terhadap keberlangsungan penyelenggaraan pendidikan”.

Tetapi faktanya menurut Wawan di lapangan di lingkungan masyarakat seolah pendidikan itu adalah tanggun jawab sepenuhnya pihak sekolah. ” kita selalu mensosialisasikan terhadap orang tua siswa/masyarakat tentang pemahaman tanggung jawab pendidikan, karna untuk mengawasi peserta didik 24jam sangat tidak mungkin nah peran serta untuk mengawasi anak di lingkungan keluarga dan masyrakat itu tanggung jawab orang tua siswa, kita fokus di jam jam sekolah untuk mendidik,dan lain sebagainya” tambahnya

Saat di tanya terkait dengan harapan secara umum tentang tanggung jawab pendidikan, Wawan pun mengungkapkan bahwa dirinya berharap pemerintah bisa mengeluarkan kebijakan untuk membentuk team penyuluh pendidikan atau konsultan pendidikan, yang fungsi nya untuk memberikan pemahaman, membukakan mindset masyarakat sehingga semua pihak terlibat untuk mencetak generasi generasi muda yang berakhlak baik, ” konsultan pendidikan tugasnya turun gunung langsung, terjun kemasyarakatan untuk mencari tahu permasalahan permasalahan tentang para peserta didik di sekolahnya masing masing, karna pendidikan adalah sebuah dinamika, banyak masalahnya banyak juga solusinya” pungkasnya